PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJECT

December 28, 2010
Object oriented programming ( OOP ) adalah suatu metode pemrograman yang berbasiskan pada objek, secara singkat pengertian dari OOP adalah koleksi objek yang saling berinteraksi dan saling memberikan informasi satu dengan yang lainnya. Dalam Object Oriented terdapat istilah Objek dan kelas yaitu
Objek
Objek adalah sesuatu yang memiliki identitas (informasi tentang dirinya) dan tingkah laku (apa yang dapat dilakukan) contoh objek dalam dunia nyata adalah rumah, sepeda, motor, manusia, hewan dll. Identitas dari suatu objek adalah informasi tentang dirinnya sebagai contoh adalah objek Hewan memiliki indentas berupa nama, jenis, tangan, kaki, mata dll, tingkah laku dari objek hewan adalah berjalan, berlari, tidur dll.
Dalam pemrograman identitas dapat dikatakan sebagai properties, sebagai contoh membuat program multimedia berupa share video, objeknya berupa video yang mempunyai identitas berupa nama video, size video, format file dan jenis video. Untuk tingkah laku disebut sebagai methode, sebagai contoh untuk kasus ini adalah play video, stop video, add video dan delete video.
Kelas / Class
Setiap pendefinisain/deklarasi sebuah kelas pada PHP menggunakan class yang diikuti nama kelas, kemudian diikuti tanda ‘{‘ dan diakhiri dengan tanda ‘}’ kita bisa memberikan sembarang nama sebuah kelas, selama tidak sama dengan fungsi yang dimiliki PHP. contoh, class print. nama kelas print tidak bisa kita gunakan, karena print adalah fungsi dimiliki oleh PHP. Kita bisa memuat/mendefinisikan properti kelas dan methode kelas di antara tanda “kurung kurawal”. variable $this adalah sebuah variable samaran yang digunakan untuk memanggil sebuah propertis atau methode sebuah kelas. Contoh berikut akan lebih memperjelas tentang kelas pada php
class orang{#kelas orang
#Properties Class
var $nama;
var $umur;
var $tinggi;
var $berat;
function orang (){#Constructor
echo “Initialisation Object”;
}
function get_nama(){
return $this->nama;
}
}#end class
pada contoh di atas saya membuat sebuah kelas dengan nama orang. Kelas tersebut memiliki propertis nama, umur, tinggi dan berat. Fungsi orang adalah sebuah constructor dari kelas orang, contstructor tersebut akan dijalankan ketika kita membuat sebuah object orang.
Properti kelas
Properti kelas kelas merupakan sebuah identitas/karakter khusus sebuah kelas, contoh Orang pasti memilki tinggi dan berat. Tinggi dan berat tersebut adalah sebuat properti. pada contoh kelas orang di atas mempunyai properti nama, umur, tinggi dan berat. Untuk memberikan nilai dari properti sebuah kelas kita tidak bisa menggunakan cara langsung, seperti memberikan nilai pada sebuah varible. Contoh, misalkan kita akan memberikan nilai pada variable properti nama dengan value “Rakhmad maulidi”, untuk memberikan value pada properti kelas kita menggunakan variable $this, Untuk mengakses/menggambil value properti sebuah kelas juga menggunakan variable $this Contoh berikut akan lebih memperjelas tentang cara memberikan value properti kelas pada PHP
$nama=”Rakhmad Maulidi”;//
$this->nama=”Rakhmad Idiluam”;//
echo “$nama”;//result : Rakhmad Maulidi
echo $this->nama;//result : Rakhmad Idiluam
cara di atas bisa kita jadikan dalam bentuk function berikut :
function set_nama($nama){
$this->nama=$nama;
}
function get_nama(){
return $this->nama;
}
Methode/Behavior Kelas
Methode/Behavior Kelas adalah fungsi-fungsi apa yang bisa dilakukan oleh object. Misalkan pada kelas orang bisa melakukan makan, tidur, berjalan. Contoh berikut akan lebih memperjelas tentang cara memberikan methode/behavior kelas pada PHP
function makan($is_makan)
{
if ($is_makan){
$mkn = “sedang makan”;}
else{
$mkn =”sudah makan”;
}
return $mkn;
}
function tidur($is_tidur)
{
if ($is_tidur){
$tdr= “sedang tidur”;}
else{
$tdr=”sudah bangun”;
}
return $tdr;
}
Nah, setelah intermezzo yang saya sampaikan di atas, sekarang waktunya coding yang lebih kongkrit tentang OOP pada PHP. Untuk membuat object dari sebuah kelas kita menggunakan notasi new, contoh
$rahmat = new orang;
$andi = new orang;
$ali = new orang;
Pada contoh tersebut saya membuat tiga object orang yaitu $rahmad, $andi dan $ali. Masing object akan memiliki properti sendiri-sendiri, misalkan saya akan membeikan value “Rakhmad Idiluam” dari properti nama dari object $rahmad, dan pada object lainnya:
$rahmad->set_nama(“Rakhmad Maulidi”);
$andi->set_nama(“Andi Malarangeng”);
$ali ->set_nama(“Ali bin Abu Tholib”);
Untuk mendapatkan value dari masing properti name dari object kita bisa melakukan cara berikut:
$rahmad->get_nama();
$andi->get_nama();
$ali->get_nama();
untuk penggunaan methode atau behavior pada object kita bisa melakukan cara berikut:
$rahmad->tidur(true);
$andi->makan(true);

$ali->get_nama(false);

CONTOH 10 VIRUS TERGANAS

September 23, 2010

10 Virus Terganas Tahun Ini

Serangan virus jenis VBScript masih sangat tinggi, ini terbukti dari banyaknya laporan yang mengeluhkan perihal virus jenis script ini. Satu virus yang melesat tinggi ke urutan pertama adalah Discusx.vbs. Bila Anda masih ingat dengan virus ini, di Virus Top-10 edisi Maret 2008 yang lalu, virus Discusx.vbs berada di urutan 5, namun kali ini dia melesat naik ke urutan pertama. Berikut daftar selengkapnya:

1. Discusx.vbs
Virus VBScript yang satu ini, memiliki ukuran sekitar 4.800 bytes. Dia akan mencoba menginfeksi di beberapa drive di komputer Anda, termasuk drive flash disk, yang jika terinfeksi akan membuat file autorun.inf dan System32.sys.vbs pada root drive tersebut. Selain itu, ia pun akan mengubah caption dari Internet Explorer menjadi “.::Discus-X SAY MET LEBARAN! [HAPPY LEBARAN ?!]::.”.

2. Reva.vbs
Lagi, virus jenis VBScript yang lumayan banyak dikeluhkan oleh beberapa pembaca. Ia akan mencoba menyebarkan dirinya ke setiap drive di komputer Anda termasuk drive flash disk. Pada drive terinfeksi akan terdapat file reva.vbs, autorun.inf, dan shaheedan.jpg. Selain itu, ia pun akan mengubah halaman default dari Internet Explorer agar mengarah ke situs http://www.arrahmah.com.

3. XFly
PC Media Antivirus mengenali dua varian dari virus ini, yakni XFly.A dan XFly.B. Sama seperti kebanyakan virus lokal lainnya, ia dibuat menggunakan Visual Basic. Memiliki ukuran tubuh sebesar 143.360 bytes tanpa di-compress. Dan ia dapat menyamar sebagai folder, file MP3 WinAmp atau yang lainnya dengan cara mengubah secara langsung resource icon yang ada pada tubuhnya. Ini akan lebih mempersulit user awam dalam mengenalinya. Pada komputer terinfeksi, saat menjalankan Internet Explorer, caption-nya akan berubah menjadi “..:: x-fly ::..”, dan saat memulai Windows pun akan muncul pesan dari si pembuat virus pada default browser. Atau setiap waktu menunjukan pukul 12:30, 16:00, atau 20:00, virus ini pun akan menampilkan layar hitam yang juga berisi pesan dari si pembuat virus.

4. Explorea
Virus yang di-compile menggunakan Visual Basic ini hadir dengan ukuran sekitar 167.936 bytes, tanpa di-compress. Menggunakan icon mirip folder standar Windows untuk mengelabui korbannya. Virus ini akan menyerang Registry Windows Anda dengan mengubah default open dari beberapa extension seperti .LNK, .PIF, .BAT, dan .COM. Pada komputer terinfeksi, disaat-saat tertentu terkadang muncul pesan error, contohnya pada saat membuka System Properties.

5. Gen.FFE
Gen.FFE atau pembuatnya menamakan Fast Firus Engine merupakan salah satu program Virus Generator buatan lokal. Dengan hanya menggunakan program ini, tidak dibutuhkan waktu lama untuk dapat menciptakan virus/varian baru. Virus hasil keluaran program ini menggunakan icon mirip gambar folder standar bawaan Windows. Ia pun akan memblokir akses ke Task Manager, Command Prompt, serta menghilangkan beberapa menu di Start Menu. Ia juga akan membaca caption dari program yang aktif, apabila terdapat string yang berhubungan dengan antivirus maka program tersebut akan segera ditutup olehnya.

6. Hampa
Virus yang juga dibuat menggunakan Visual Basic dan ber-icon-kan folder ini memiliki ukuran tubuh sekitar 110.592 bytes, tanpa di-compress. Banyak sekali perubahan yang ia buat pada Windows, seperti Registry, File System, dan lain sebagainya, yang bahkan dapat menyebabkan Windows tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya. Pada komputer yang terinfeksi oleh virus ini, saat memulai Windows akan muncul pesan dari si pembuat virus.

7. Raider.vbs
Virus jenis VBScript ini berukuran sekitar 10.000 bytes, jika file virus dibuka dengan Notepad misalnya, maka tidak banyak string yang bisa dibaca karena dalam kondisi ter-enkripsi. Pada Registry, ia pun memberikan pengenal dengan membuat key baru di HKLM\Software dengan nama sama seperti nama pada computer name, dengan isinya berupa string value seperti nama virus tersebut, Raider, serta tanggal komputer tersebut kali pertama terinfeksi.

8. ForrisWaitme
Virus yang dibuat dengan Visual Basic ini menggunakan icon mirip folder standar Windows untuk melakukan penyamarannya. Beberapa ulahnya adalah menukar fungsi tombol mouse kiri dengan kanan, menghilangkan menu Folder Options, membuat file pesan “baca saya.txt” pada drive terinfeksi, dan masih ada yang lainnya.

9. Pray
Virus lokal ini dibuat menggunakan Visual Basic. Kami mendapati 2 varian dari virus ini, untuk varian Pray.A tidak memiliki icon, sementara untuk varian Pray.B menggunakan icon mirip Windows Explorer. Jika komputer terinfeksi oleh virus ini, saat penunjuk waktu di komputer tersebut menunjukan pukul 05:15, 13:00, 16:00, 18:30, dan atau 19:45, virus ini akan menampilkan pesan yang mengingatkan user untuk melakukan shalat.

10. Rian.vbs
Virus VBScript ini memiliki ukuran 3788 bytes. Saat menginfeksi, ia akan menciptakan file baru autorun.inf dan RiaN.dll.vbs pada setiap root drive yang terpasang di komputer korban, termasuk Flash Disk. Komputer yang terinfeksi oleh virus ini, caption dari Internet Explorer akan berubah menjadi “Rian P2 Humas Cantiq

bab 3 KETAHANAN NASIONAL

April 3, 2010

A. Latar Belakang

Indonesia adalah negara yang bersandar pada kekuatan hukum sehingga kekuasaan dan penyelenggaraan hidup dan kehidupan kenegaraan diatur oleh hukum yang berlaku. Dengan kata lain, hukum sebagai pranata sosial disusun untuk kepentingan seluruh rakyat dan bangsa yaitu menjaga ketertiban bagi seluruh rakyatnya. Kondisi kehidupan nasional itu menjadi salah satu kekuatan ketahanan nasional karena adanya jaminan kekuasaan hukum bagi semua pihak yang ada di Indonesia dan lebih jauh daripada itu adalah menjadi cermin bagaimana rakyat Indonesia mampu untuk tumbuh dan berkembang dalam suatu wilayah yang menempatkan hukum sebagai asas berbangsa dan bernegara dengan menyandarkan pada kepentingan dan aspirasi rakyat.

B. Pokok-Pokok Pikiran

Upaya pencapaian ketahanan nasional sebagai pijakan tujuan nasional yang disepakati bersama didasarkan pada pokok-pokok pikiran berikut :

1. Manusia Berbudaya

manusia berbudaya senantiasa selalu mengadakan hubungan-hubungan sebagai berikut :

* Manusia dengan Tuhan dinamakan Agama/Kepercayaan
* Manusia dengan cita-cita dinamakan Ideologi
* Manusia dengan kekuatan/kekuasaan dinamakan Politik
* Manusia dengan pemenuhan kebutuhan dinamakan Ekonomi

C. Pengertian Ketahanan Nasional Indonesia

Hakikat Ketahanan Nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengambangkan kekuatan nasional untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional.

D. Asas-Asas Ketahanan Nasional Indonesia

Asas Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nasional yang terdiri dari :

1. Asas Kesejahteraan dan Keamanan
2. Asas komprehensif intergral atau menyeluruh terpadu
3. Asas mawas ke dalam dan mawas ke luar

E. Sifat Ketahanan Nasional Indonesia

Ketahanan nasional memiliki sifat yang terbentuk dari nilai-nilai yang terkandung dalam landasan dan asas-asasnya, yaitu :

1. Mandiri
2. Dinamis
3. Konsultasi dan kerjasama

F. Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional Pada Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Berdasarkan rumusan pengertian ketahanan nasional dan kondisi kehidupan nasional Indonesia sesungguhnya ketahanan nasional merupakan gambaran dari kondisi sistem (tata) kehidupan nasional dalam berbagai aspek pada saat tertentu.
hubungan antar aspek yang mendukung kehidupan yaitu :

* aspek yang berkaitan dengan alamiah bersifat statis meliputi aspek geografi, kependudukan, dan sumber daya alam
* aspek yang berkaitan dengan sosial bersifat dinamis meliputi aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam.

G. Keberhasilan Ketahanan Nasional Indonesia

Untuk mewujudkan keberhasilan ketahanan nasional diperlukan kesadaran setiap warga negara Indonesia, yaitu :

1. Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang berupa keuletan dan ketangguhan yang tidak mengenal menyerah yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka menghadapi segala ancaman, gangguan, tantangan dan hambatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam, untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional.
2. Sadar dan peduli terhadap pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, sehingga setiap warga negara Indonesia baik secara individu maupun kelompok dapat mengeliminir pengaruh tersebut, karena bangsa Indonesia cinta damai akan tetapi lebih cinta kemerdekaan. Hal itu tercermin akan adanya kesadaran bela negara dan cinta tanah air.

bab 4 POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL

April 3, 2010

A. Pengertian Politik Strategi dan Polstranas

Perkataan politik berasal dari bahasa Yunani yaitu Polistaia, Polis berarti kesatuan masyarakat yang mengurus diri sendiri/berdiri sendiri (negara), sedangkan taia berarti urusan.

Untuk lebih memberikan pengertian arti politik disampaikan beberapa arti politik dari segi kepentingan penggunaan, yaitu :

1. Dalam arti kepentingan umum (politics)

Politik dalam arti kepentingan umum atau segala usaha untuk kepentingan umum, baik yang berada dibawah kekuasaan negara di Pusat maupun di Daerah, lazim disebut Politik (Politics)

2. Dalam arti kebijaksanaan (Policy)

Politik adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang yang dianggap lebih menjamin terlaksananya suatu usaha, cita-cita/keinginan atau keadaan yang kita kehendaki.

B. Dasar Pemikiran Penyususan Politik dan Strategi Nasional

Penyusunan politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berdasarkan ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. Landasan pemikiran dalam manajemen nasional sangat penting sebagai kerangka acuan dalam penyususan politik strategi nasional, karena didalamnya terkandung dasar negara, cita-cita nasional dan konsep strategi bangsa Indonesia.

C. Penyusunan Politik dan Strategi Nasional

Proses penyusunan politik strategi nasional pada infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia. Sesuai dengan kebijakan politik nasional, penyelenggara negara harus mengambil langkah-langkah pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sasaran masing-masing sektor/bidang.
Dalam era reformasi saat ini masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam mengawasi jalannya politik strategi nasional yang dibuat dan dilaksanakan oleh Presiden.

D. Stratifikasi Politik Nasional

Stratifikasi politik nasional dalam negara Republik Indonesia adalah sebagai berikut :

1. Tingkat penentu kebijakan puncak
2. Tingkat kebijakan umum
3. Tingkat penentu kebijakan khusus
4. Tingkat penentu kebijakan teknis
5. Tingkat penentu kebijakan di Daerah

E. Politik Pembangunan Nasional dan Manajemen Nasional

Politik dan Strategi Nasional dalam aturan ketatanegaraan selama ini dituangkan dalam bentuk GBHN yang ditetapkan oleh MPR. Hal ini berlaku sebelum adanya penyelenggaraan pemilihan umum Presiden secara langsung pada tahun 2004. Setelah pemilu 2004 Presiden menetapkan visi dan misi yang dijadikan rencana pembangunan jangka menengah yang digunakan sebagai pedoman dalam menjalankan pemerintahan dan membangun bangsa.

F. Otonomi Daerah

Pelaksanaan otonomi daerah kini memasuki tahapan baru setelah direvisinya UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah menjadi UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah atau lazim disebut UU Otonomi Daerah (Otda). Perubahan yang dilakukan di UU No. 32 Tahun 2004 bisa dikatakan sangat mendasar dalam pelaksanaan pemerintahan daerah. Secara garis besar, perubahan yang paling tampak adalah terjadinya pergeseran-pergeseran kewenangan dari satu lembaga ke lembaga lain. Konsep otonomi luas, nyata, dan bertanggungjawab tetap dijadikan acuan dengan meletakkan pelaksanaan otonomi pada tingkat daerah yang paling dekat dengan masyarakat. Tujuan pemberian otonomi tetap seperti yang dirumuskan saat ini yaitu memberdayakan daerah, termasuk masyarakatnya, mendorong prakarsa dan peran serta masyarakat dalam proses pemerintahan dan pembangunan.

H. Implementasi Politik dan Strategi Nasional

Implementasi politik dan strategi nasional di bidang hukum:

1. Mengembangkan budaya hukum di semua lapisan masyarakat untuk terciptanya kesadaran dan kepatuhan hukum dalam kerangka supremasi hukum dan tegaknya negara hukum.
2. Menata sistem hukum nasional yang menyeluruh dan terpadu dengan mengakui dan menghormati hukum agama dan hukum adat serta memperbaharui perundang–undangan warisan kolonial dan hukum nasional yang diskriminatif, termasuk ketidakadilan gender dan ketidaksesuaianya dengan reformasi melalui program legalisasi.
3. Menyelenggarakan proses peradilan secara cepat, mudah, murah dan terbuka, serta bebas korupsi dan nepotisme dengan tetap menjunjung tinggi asas keadilan dan kebenaran.
4. Meningkatkan pemahaman dan penyadaran, serta meningkatkan perlindungan. Penghormatan dan penegakan hak asasi manusia dalam seluruh aspek kehidupan.
5. Menyelesaikan berbagai proses peradilan terhadap pelanggaran hukum dan hak asasi manusia yang belum ditangani secara tuntas.

Implemetasi politk strategi nasional dibidang ekonomi :

1. Mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan sehat dan memperhatikan pertumbuhan ekonomi, nilai–nilai keadilan, kepentingan sosial, kualitas hidup, pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan sehingga terjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja, perlindungan hak–hak konsumen, serta perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat.
2. Mengembangkan persaingan yang sehat dan adil serta menghindarkan terjadinya struktur pasar monopolistik dan berbagai struktur pasar distortif, yang merugikan masyarakat.
3. Mengoptimalkan peranan pemerintah dalam mengoreksi ketidaksempurnaan pasar dengan menghilangkan seluruh hambatan yang menganggu mekanisme pasar, melalui regulasi, layanan publik, subsidi dan insentif, yang dilakukan secara transparan dan diatur undang–undang.
4. Mengupayakan kehidupan yang layak berdasarkan atas kemanusiaan yang adil bagi masayarakat, terutama bagi fakir miskin dan anak–anak terlantar dengan mengembangkan sistem dan jaminan sosial melalui program pemerintah serta menumbuhkembangkan usaha dan kreativitas masyarakat yang pendistribusiannya dilakukan dengan birokrasi efektif dan efisien serta ditetapkan dengan undang–undang.
5. Mengembangkan perekonomian yang berorientasi global sesuai kemajuan teknologi dengan membangun keunggulan kompetitif berdasarkan keunggulan komperatif sebagai negara maritim dan agraris sesuai kompetensi dan produk unggulan di setiap daerah, terutama pertanian dalam arti luas, kehutanan, kelautan, pertambangan, pariwisata, serta industri kecil dan kerajinan rakyat.
6. Mengelola kebijakan makro dan mikro ekonomi secara terkoordinasi dan sinergis guna menentukan tingkat suku bunga wajar, tingkat inflasi terkendali, tingkat kurs rupiah yang stabil dan realitis, menyediakan kebutuhan pokok terutama perumahan dan pangan rakyat, menyediakan fasilitas publik yang memadai dan harga terjangkau, serta memperlancar perizinan yang transparan, mudah, murah, dan cepat.

Implementasi politik strategi nasional di bidang politik :

1. Memperkuat keberadaan dan kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bertumpu pada kebhinekatunggalikaan. Untuk menyelesaikan masalah–masalah yang mendesak dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, perlu upaya rekonsiliasi nasional yang diatur dengan undang–undang.
2. Menyempurnakan Undang–Undang Dasar 1945 sejalan dengan perkembangan kebutuhan bangsa, dinamika dan tuntutan reformasi, dengan tetap memelihara kesatuan dan persatuan bengsa, serta sesuai dengan jiwa dan semangat Pembukaan Undang–Undang Dasar 1945.
3. Meningkatkan peran Majelis Permusyawaratan Rakyat, dan lembaga–lembaga tinggi negara lainnya dengan menegaskan fungsi, wewenang dan tanggung jawab yang mengacu pada prinsip pemisahan kekuasaan dan tata hubungan yang jelas antara lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.
4. Mengembangkan sistem politik nasional yang berkedudukan rakyat demokratis dan terbuka, mengembangkan kehidupan kepartaian yang menghormati keberagaman aspirasi politik, serta mengembangkan sistem dan penyelengaraan pemilu yang demokratis dengan menyempurnakan berbagai peraturan perundang–undangan dibidang politik.

Secara umum Pembangunan Daerah adalah sebagai berikut :

* Mengembangkan otonomi daerah secara luas, nyata dan bertanggung jawab dalam rangka pemberdayaan masyarakat, lembaga ekonomi, lembaga politik, lembaga hukum, lembaga keagamaan, lembaga adat dan lembaga swadaya masyarakat, serta seluruh masayrakat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
* Melakukan pengkajian tentang berlakunya otonomi daerah bagi daerah propinsi, daerah kabupaten, daerah kota dan desa.
* Mempercepat pembangunan ekonomi daerah yang efektif dan kuat dengan memberdayakan pelaku dan potensi ekonomi daerah serta memperhatikan penataan ruang, baik fisik maupun sosial sehingga terjadi pemerataan pertumbuhan ekonomi sejalan dengan pelaksanaan ekonomi daerah.
* Mempercepat pembangunan pedesaan dalam rangka pemberdayaan masyarakat terutama petani dan nelayan melalui penyediaan prasarana, pembangunan sistem agribisnis, indutri kecil dan kerajinan rakyat, pengembangan kelembagaan penguasaan teknologi, dan pemanfaatan sumber daya alam.
* Mewujudkan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah secara adil dengan mengutamakan kepentingan daerah yang lebih luas melalui desentralisasi perizinan dan investasi serta pengelolaan sumber daya.
* Memberdayakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam rangka melaksanakan fungsi dan perannya guna memantapkan penyelenggaraan otonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggung jawab.

Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup :

* Mengelola sumber daya alam dan memelihara daya dukungnya agar bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan rakyat dari generasi ke generasi.
* Meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan melakukan konservasi, rehabilitasi, dan penghematan penggunaan, dengan menerapkan teknologi ramah lingkungan.
* Mendelegasikan secara bertahap wewenang pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam pelaksanaan pengelolaan sumber daya alam secara selektif dan pemeliharaan lingkungan sehingga kualitas ekosistem tetap terjaga, yang diatur dengan undang–undang.
* Mendayagunakan sumber daya alam untuk sebesar–besarnya kemakmuran rakyat dengan memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup, pembangunan yang berkelanjutan, kepentingan ekonomi dan budaya masyarakat lokal, serta penataan ruang, yang pengusahaannya diatur dengan undang–undang.
* Menerapkan indikator–indikator yang memungkinkan pelestarian kemampuan pembaharuan dalam pengelolaan sumber daya alam yang dapat diperbaharui untuk mencegah kerusakan yang tidak dapat balik.

Implementasi di bidang pertahanan dan keamanan :

* Menata Tentara Nasional Indonesia sesuai paradigma baru secara konsisten melalui reposisi, redefinisi, dan reaktualisasi peran Tentara Nasional Indonesia sebagai alat negara untuk melindungi, memelihara dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia terhadap ancaman dari luar dan dalam negeri, dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan memberikan darma baktinya dalam membantu menyelenggarakan pembangunan.
* Mengembangkan kemampuan sistem pertahanan keamanan rakyat semesta yang bertumpu pada kekuatan rakyat dengan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Repuiblik Indonesia sebagai kekuatan utama didukung komponen lainnya dari kekuatan pertahanan dan keamanan negara dengan meningkatkan kesadaran bela negara melalui wajib latih dan membangun kondisi juang, serta mewujudkan kebersamaan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia dan rakyat.
* Meningkatkan kualitas keprofesionalan Tentara Nasional Indonesia, meningkatkan rasio kekuatan komponen utama serta mengembangkan kekuatan pertahanan keamanan negara ke wilayah yang di dukung dengan sarana, prasarana, dan anggaran yang memadai.

TUGAS SIM

November 5, 2009

Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu

Sistem memiliki beberapa karakteristik:

  • Komponen/elemen (Sub sistem)
  • Batas yang jelas (Boundaries)
  • Lingkungan luar sistem (Environment/

Supra Sistem)

  • Adanya suatu penghubung (Interface)
  • Input, proses dan output
  • Sasaran atau tujuan

Komponen / Elemen

Suatu sistem terdiri komponen yang saling terinteraksi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen dari suatu sistem dikenal dengan subsistem . Suatu sistem juga mempunyai sistem yang lebih besar yang dikenal dengan suprasistem

 

Batas Sistem

Batas sistem merupakan daerah yang membatasi  antara sistem yang satu dengan sistem  lainnya  atau dengan lingkungan luarnya.

 

Sistem memiliki beberapa karakteristik:

  • Komponen/elemen (Sub sistem)
  • Batas yang jelas (Boundaries)
  • Lingkungan luar sistem (Environment/

Supra Sistem)

  • Adanya suatu penghubung (Interface)
  • Input, proses dan output
  • Sasaran atau tujuan

 

 

Lingkungan Luar Sistem

 

Lingkungan luar sistem adalah segala sesuatu diluar batas sistem yang mempengaruhi operasi suatu  sistem.

 

SISTEM BOUNDARY

Mobil               Tubuh di mobil ditambah roda                           dan semua bagian di                                                      dalamnya membentuk sistem. Produksi              Mesin-mesin produksi,                                      sediaan produksi dalam                                       barang setengah jadi,                                                    karyawan produksi dan                                                 sebagainya yang membentuk                             sistem

 

SISTEM          SUB-SISTEM INTERFACE

Komputer         CPU                                        Saluran

Input unit

Output unit

Storage unit

Penghubung Sistem

 

Penghubung  Sistem merupakan suatu media penghubung antara satu subsistem dengan sub sistem lainnya untuk membentuk satu kesatuan, sehingga sumber-sumber daya mengalir dari subsistem  yang satu kesubsistem yang lainnya.

 

Tujuan

 

Setiap sistem mempunyai tujuan atau sasaran yang mempengaruhi input yang dibutuhkan dan output yang dihasilkan.

 

 

 

Klasifikasi  Sistem

  • Deterministik Sistem.

adalah sistem dimana operasi-eporasi (input/output) yang terjadi didalamnya dapat ditentukan/ diketahui dengan pasti.

Contoh :

Program komputer

Sistem penggajian.

  • Probabilistik Sistem.

adalah sistem yang input dan prosesnya dapat didefinisikan, tetapi output yang dihasilkan tidak dapat ditentukan dengan pasti.

Contoh :

Sistem penilaian ujian

Sistem pemasaran.

Open Sistem

adalah sistem yang mengalami pertukaran energi, materi atau informasi dengan lingkungannya.

 

Contoh :

Sistem keorganisasian memiliki kemampuan adaptasi

 

  • Closed Sistem

adalah sistem fisik di mana proses yang terjadi tidak mengalami pertukaran materi, energi atau informasi dengan lingkungan di luar sistem tersebut.

Contoh :

reaksi kimia dalam tabung berisolasi dan tertutup

 

  • Relatifely Closed Sistem

 

adalah sistem yang tertutup tetapi tidak tertutup sama sekali untuk menerima pengaruh-pengaruh lain.

 

Contoh :

Sistem komputer

  • Sistem Informasi Kelompok Kerja

 

Sistem Informasi Kelompok Kerja adalah sebuah sistem berbasis komputer yang orang-orangnya yang melakukan pekerjaan yang sejenis secara bersama-sama untuk mencapai  tujuan bersama (kelompok kerja).

Siklus Hidup Sistem

Perencanaan Sistem

Analisis Sistem

Perancangan Sistem Umum

Evaluasi dan Seleksi Umum

Perancangan Sistem Terinci

OutputInput Proses Database Kontrol JaringanKomputer

Pengembangan Perangkat Lunak dan Implementasi Sistem

Pengembangan Perancangan Pengkodean PengujianPengimplementasian

PL       PL                   PL       PL       PL           PL

Pemeliharaan Sistem

 

 

  • MANNED SISTEM

adalah sistem penjelasan tingkah laku yang meliputi keikut sertaan manusia

  • Sistem manusia-manusia
  • Sistem manusia-mesin
  • Sistem mesin-mesin

 

Metode Sistem

  • Blackbox Approach

adalah suatu sistem dimana input dan outputnya dapat didefinisikan tetapi prosesnya tidak diketahui atau tidak terdefinisi

Contoh :

Bagian pencetakan uang, proses pencernaan

 

Perencanaan Sistem

  • Mempelajari masalah
  • Mengidentifikasi kendala-kendala sistem
  • Membuat studi kelayakan
  • Mempersiapkan usulan penelitian sistem
  • Menyetujui atau menolak penelitian
  • Menetapkan mekanisme pengendalian.

Perencanaan sistem dapat terdiri :

1. Perencanaan jangka pendek

Periode 1 s.d. 2 tahun

2. Perencanaan jangka panjang

Periode sampai dengan 5 tahun

Analisis Sistem

  • Meneliti sistem
  • Mengorganisasikan tim proyek
  • Mendefinisikan kriteria kinerja sistem
  • Menyiapkan usulan rancangan
  • Menyetujui atau menolak rancangan

proyek.

Identify :Mengidentifikasikan masalah

 

  • Mengindentifikasikan penyebab masalah
  • Mengidentifikasikan titik keputusan
  • Mengidentifikasikan personil-personil

kunci

 

 

Tahap _Tahap Perancangan dan Seleksi:

  • Rancangan-rancangan output, input, proses,

database, kontrol, jaringan dan komputer

  • Mengidentifikasikan berbagai alternatif

konfigurasi sistem

  • Mengevaluasi berbagai alternatif konfigurasi

sistem

  • Memilih konfigurasi yang baik
  • Menyiapkan usulan penerapan dan menyetujui

atau menolak penerapan sistem

 

PERANCANGAN  OUTPUT

Output adalah produk dari sistem informasi yang dapat dilihat dapat berupa hasil dari media keras atau media lunak.

 

  • Output intern ( internal output )
  • Output ekstern (eksternal output )

 

Output intern ( internal output )

 

adalah output yang dimaksudkan untuk mendukung  kegiatan manajemen

 

  • laporan-laporan terinci
  • laporan-laporan ringkasan
  • laporan-laporan lainnya.

Output ekstern (eksternal output )

 

adalah output yang akan didistribusikan kepada pihak luar yang membutuhkan.

 

  • Faktur
  • Check
  • Tanda terima pembayaran

Perancangan  Input

Alat input dapat digolongkan yaitu alat input langsung dan alat input tidak langsung. Alat input langsung adalah alat input yang langsung dihubungkan dengan CPU.

  • Input intern
  • Input ekstern

 

Input Intern ( internal output )

Input yang berasal dari dalam organisasi

 

  • Faktur penjualan
  • Order penjualan

 

input ekstern ( internal output )

Input yang berasal dari luar organisasi

 

  • Faktur pembelian
  • Kwitansi-kwitansi

 

PERANCANGAN DATABASE

Basis Data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya.

• File Master                • File Kerja

• File Transaksi • File Sejarah

• File Laporan

• File Backup

 

Seleksi Sistem

  • Memilih  Penyedia  Teknologi

Kebutuhan  dari  teknologi  sistem

  • Meminta proposal dari  penjual
  • Menyaring  penjual
  • Mengevaluasi  penjual  yang lolos

saringan

 

Pengembangan Perangkat Lunak dan Implementasi Sistem

  • Merencanakan penerapan
  • Mengumumkan penerapan
  • Mendapatkan sumber daya perangkat

keras

  • Mendapatkan sumberdaya perangkat lunak
  • Menyiapkan database
  • Menyiapkan fasilitas fisik
  • Mendidik pemakai
  • Peralihan kedalam sistem yang baru
  • Mencakup pengembangan perancangan pengkodean, pengujian serta pengimplementasian perangkat lunak

 

Tahapan  dari  implementasi sistem :

 

  • Menerapkan rencana  Implementasi

Sistem

  • Melakukan  kegiatan  Implementasi

Sistem

  • Tindak  lanjut  Implementasi  Sistem

 

Pemeliharaan Sistem

  • Penggunaan sistem
  • Audit sistem dan pemeliharaan sistem
  • Melakukan koreksi terhadap kesalahan
  • Penyesuaian terhadap Perkembangan

perangkat lunak, sistem operasi, bahasa

pemrograman maupun database

  • Menambah kemampuan pada sistem

 

Komponen Proses

Komponen proses menggambarkan bagian dari sistem yang mentransformasikan input menjadi output.

Pemberian nama proses dilakukan dengan menggunakan kata kerja transitif

  • Lambang Komponen Proses

Adapun SLC di jabarkan sbg berikut:

  • SDLC adalah tahapan yg terdiri dari  planning, analysis, design, dan implementasi pada SLC
  • Siapa yang terlibat?

–        IS personnel

–        User

–        Information specialists can consult

  • Tradisional

–        Spesialis Informasi bekerja bersama pengguna.

–        Strategi baru: Outsourcing.

 

Life Cycle Management

  • Perpindahan tanggung jawab pd tingkat yg lebih tinggi
  • Tanggung jawab Executive
  • Komite pengarah SIM

–        Fungsi

  • Menetapkan kebijaksanaan
  • Pengendali keuangan
  • Menyelesaikan pertentangan

Keuntungan utama dari komite

  • Mendukung seluruh perusahaan
  • Proyek akan mempunyai perencanaan & pengendalian yg baik
  • Menetapkan kebijaksanaan,pengendali keuangan dan menyelesaikan pertentangan

 

  • SLC merupakan serangkaian tugas yang mengikuti langkah-langkah pendekatan sistem dalam menerapkan sistem informasi berbasis komputer:

1) Perencanaan (Planning)

2) Analisis (Analysis)

3) Rancangan (Design)

4) Penerapan (Implementation)

5) Penggunaan (Use)

 

Tahap perencanaan

  • keuntungan

–        Menentukan lingkup dr proyek

 

–        Mengenali berbagai era permasalahan potensial

 

–        Mengatur urutan tugas

 

–        Memberikan dasar untuk pengendalian kontrol

 

Langkah-langkah Perencanaan

Menyadari Masalah: kebutuhan adanya proyek CBIS biasanya

dirasakan oleh manajer perusahaan, non manajer dan unsur-unsur

dalam lingkungan perusahaan.

2) Mendefinisikan masalah: setelah sadar akan adanya masalah,

manajer harus memahaminya dengan baik agar dapat mengatasinya.

3) Menentukan tujuan sistem: manajer dan analis sistem

mengembangkan suatu daftar tujuan sistem yang harus dipenuhi oleh

sistem untuk memuaskan pemakai.

4) Mengidentifikasi kendala-kendala sistem: kendala-kendala ini

penting untuk diidentifikasi sebelum sistem benar-benar mulai

dikerjakan.

5) Membuat studi kelayakan: studi kelayakan adalah suatu tinjauan

sekilas pada faktor-faktor utama yang akan mempengaruhi

 

kemampuan sistem untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan.

Ada enam dimensi kelayakan:

Teknis: tersediakah perangkat keras dan perangkat lunak untuk

melaksanakan pemrosesan yang diperlukan?

Pengembalian ekonomis: dapatkah sistem yang diajukan dinilai

secara keuangan dengan membandingkan kegunaan dan biayanya?

Pengembalian non ekonomis: dapatkah sistem yang diajukan

dinilai berdasarkan keuntungan-keuntungan yang tidak dapat

diukur dengan uang?

Hukum dan etika: akankah sistem yang diajukan beroperasi

dalam batasan hukum dan etika?

Operasional: akankah rancangan sistem seperti itu akan didukung

oleh orang-orang yang menggunakannya?

Jadwal: mungkinkah menerapkan sistem dalam kendala waktu

yang ditetapkan?

6) Mempersiapkan usulan penelitian sistem: jika sistem dan proyek

layak, diperlukan penelitian sistem yang menyeluruh. Penelitian sistem

(system study) akan memberikan dasar yang terinci untuk rancangan

sistem baru. Analis akan menyiapkan usulan penelitian sistem yang

memberikan dasar bagi manajer untuk menentukan perlu tidaknya

pengeluaran untuk analis.

7) Menyetujui atau menolak penelitian proyek: manajer dan komite

pengarah menimbang pro dan kontra dari proyek dan rancangan

sistem yang diusulkan, serta menentukan apakah perlu diteruskan

atau tidak.

8) Menetapkan mekanisme pengendalian: sebelum proyek dimulai

perlu ditetapkan mekanisme pengendaliannya. Jumlah waktu yang

diperlukan dinyatakan dalam orang-bulan. Setelah proyek jalan perlu

dimonitor. Berbagai teknik dokumentasi yang dapat digunakan antara

lain: tabel, grafik, diagram jaringan (network diagram: PERT dan CPM).

 

 

 

Langkah-langkah (lanjutan)

Membuat studi kelayakan (TENLOS)

–        Technical

–        Economic return

–        Noneconomic return

–        Legal and ethical

–        Operational

–        Schedule

 

Tahap penerapan

  • •Merupakan kegiatan memperoleh dan mengintegrasikan sumberdaya fisik dan konseptual yg menghasilkan suatu sistem yg bekerja

Langkah2 untuk tahap penerapan

1. Merencanakan penerapan

2. Mengumumkan penerapan

3. Mendapatkan sumberdaya perangkat keras

RFP/  Written Proposals

4. Mendapatkan sumberdaya perangkat lunak

“Make or buy”

5. menyiapkan database

6. Menyiapkan fasilitas fisik

7. Mendidik peserta dan pemakai

8. Menyiapkan usulan cutover

9. Menyetujui/menolak masuk ke sistem baru

10. Masuk ke sistem baru

 

Jadi Tgs seorang manajer pada saat di titik atau di tahap perencanaan dalam SLC untuk perencanaan sesuatu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TUGAS PASCAL 2

April 1, 2009

1)      Mengubah derajat temperatur, dari derajat Celcius ke derajat Fahreinheit dan Reamur (derajat Celcius diinput)

Jawab :

Program Suhu;

Uses crt;

Var C, F, R: Real;

begin

Clrscr;

write(‘Suhu Celcius  = ‘); readln(C);

writeln;

R:=4/5*(C-32);

writeln(‘Reamurnya       = ‘, R:5:1);

writeln;

F:=9/5*(C-32);

writeln(‘Fahrenheitnya   = ‘, F:5:1);

readln;

end.

OUTPUTNYA ADALAH:

suhu celcius = 9

reamurnya = -18,4

fahrenheitnya = -41,4

2)      Menghitung Luas dan Keliling lingkaran, dengan jari-jari diketahui (diinput).

Jawab :

Program Lingkaran

uses crt;

Var Keliling, Luas, J: Real;

begin;

clrscr;

writeln(‘MENGHITUNG LUAS DAN KELILING LINGKARAN’);

writeln(‘———————————————————————–‘);

writeln;

write(‘Masukkan jari-jari yang diketahui : ‘); Readln(J);

writeln;

Luas:=3.14*J*J;

writeln(‘Luasnya         : ‘, Luas:9:2);

writeln;

keliling:=2*3.14*J;

writeln(‘Kelilingnya : ‘, keliling:9:2);

readln;

end.

OUTPUTNYA ADALAH:

menghitung luas dan keliling lingkaran

————————————————————-

masukan jari-jari yang di ketahui =:10

luasnya  : 314,00

kelilingnya :62,80

3)      Menghitung Luas dan Keliling segitiga sembarang yang diketahui ke tiga sisinya.

Jawab :

Program segitiga;

uses crt;

var

alpha,a,b,c,luas : real;

begin

clrscr;

writeln(’program mencari luas segitiga sembarang’);

writeln;

write(’besarnya alpha ? ’);

readln(alpha);

write(’besarnya b ? ’);

readln(b);

write(’panjang c ? ’);

readln(c);

a := sqrt(sqr(b) + sqr(c) -2 * b * c *cos(alpha / 57.2958));

luas := 0.5 * b * c * sin(alpha / 57.2958);

writeln;

writeln(’panjang sisi a = ‘,a:8:2);

writeln(’luas segitiga = ‘,luas:8:2);

readln;

end.

OUTPUTNYA ADALAH :

program mencari luas segitiga sembarangnya

besarnya alpha? 100

besarnya b? 40

panjang c? 60

panjang sisi a = 77,68

luas segitiga = 1181,77

4)      Mencari nilai Sinus, Cosinus, dan Tangen dengan sudut diinput.

Jawab :

Program Aritmatika;

uses crt;

var Y: integer;

begin

clrscr;

GOTOXY(I5,9)

Write(‘Masukkan nilai dari Y : ‘); readln(Y);

writeln;

GOTOXY(17,10);

Write (‘- Sinus : ‘, SIN(Y):9:3);

writeln;

GOTOXY(17,11);

Write(‘- Cosinus : ‘, COS(Y):9:3);

writeln;

GOTOXY(17,12);

write(‘- Tangen : ‘, ARCTAN(Y):9:3);

readln;

end.

OUTPUTNYA ADALAH :

               Masukan nilai dari Y : 45

               * sinus : 0,851

                * cosinus : 0,525

                 * tangen : 1,543

5)      Mencari akar dan kuadrat dari suatu nilai (nilai diinput).

Jawab :

Program matematika;

uses crt;

Var X: integer;

begin

clrscr;

write(‘Masukkan nilai dari X : ‘); readln(X);

writeln;

writeln(‘Pangkat’);

writeln(‘———-‘);

writeln(‘Nilai X dipangkatkan : ‘, SQR(X));

writeln;

writeln(‘Akar’);

writeln(‘——‘);

writeln(‘Nilai X diakarkan       : ‘, SQRT(X):1:0);

readln;

end.

OUTPUTNYA ADALAH :

masukan nilai dari X : 70

pangkat

——–

nilai X yang di pangkatkan : 4900

akar

—-

nilai X dia akarkan : 8

6)      Mencari nilai bulat dan pecahan dari suatu nilai yang dimasukkan melalui keyboard (diinput). Nilai pecahan tersebut dibulatkan sampai 3 angka dibelakang koma (,)

Jawab :

Program Bilangan;

uses crt;

Var J: Real;

begin

clrscr;

write(‘Masukkan Nilai J : ‘); readln(J);

writeln;

writeln;

writeln(‘Bilangan bulatnya  : ‘, INT(J):5:2);

writeln;

writeln(‘Bilangan Pecahan   : ‘, FRAC(J):5:3);

readln;

end.

OUTPUTNYA ADALAH :

masukan nilai J : 90

bilangan bulatnya : 90,00

bilangan pecahannya : 0,000

7) Tampilkan nama dan NPM anda di dalam window, dan terletak pada tengah-tengah layer

            uses crt;

var nama,npm :string;

i:integer;

begin

clrscr;

gotoxy(26,22);

write(‘masukan nama anda=’);readln(nama);

gotoxy(27,23);

write(‘masukan npm=’);readln(npm);

readln;

end.

OUTPUTNYA ADALAH :

 

 

                      masukan nama anda : jonathan

                         masukan npm : 31108086

8)       Tampilkan tulisan ‘STMIK GUNADARMA’ di dalam window pada pojok kanan atas dengan ukuran window sama dengan tulisan tersebut.

 

OUTPUTNYA ADALAH :

                                                            ‘STMIK GUNADARMA’

 

ALOGARITMA DAN PEMROGRAMAN2

March 22, 2009

1.Deklarasi Label

Input:

• PROGRAM cetak;

• LABEL satu,akhir;

• BEGIN

• WRITELN(’STMIK’);

• GOTO SATU;

• WRITELN(’BINA’);

• satu:

• WRITELN(’GUNADARMA’);

• GOTO akhir;

• WRITELN(’SARANA’);

• akhir:

• END.

Hasilnya:
STMIK
GUNADARMA

2.Deklarasi Konstanta

Input:

PROGRAM CETAK_2(OUTPUT);

CONST a = 50; (* selalu menggunakan tanda = *)

b = ‘INDONESIA Merdeka’;

BEGIN

WRITELN(a,’ TAHUN ‘);

WRITELN(b);

END.

Hasilnya:
50 TAHUN
INDONESIA Merdeka

3.Deklarasi Tipe

Input:

• PROGRAM SATU;

• TYPE bulat = INTEGER; { selalu menggunakan = }

• hasil,pecahan = REAL;

• ket = STRING[20];

• BEGIN

• pecahan := 2.52;

• bulat := 2;

• hasil := pecahan + bulat;

• ket := ‘hasil penjumlahan = ‘;

• WRITE(ket,hasil:4:2);

• END.

Hasil:

hasil penjumlahan = 0.565

4.Deklarasi Variabel

Input:

• VAR satu : INTEGER;

• dua : INTEGER;

• a : REAL;

• b : REAL; { selalu menggunakan : }

• BEGIN

• satu := 5;

• dua := 4;

• a := 2.3;

• b := 5+4*2.3; { hasil real }

• WRITE(’hasil = ‘,b:4:1);

• END

Output:
hasil: 14.2

5.Tipe Data Integer

Input:

VAR a,b,jumlah1,jumlah2 : INTEGER;

BEGIN

jumlah1:=10;

jumlah2:=3;

a:=jumlah1 DIV jumlah2;

b:=jumlah1 MOD jumlah2;

WRITELN(’HASIL A = ‘,a);

WRITELN(’HASIL B =’,b);

END.

HASILNYA:

. HASIL A=3
HASIL B=1

6.Tipe Data Real

Input:

• VAR nilai1,nilai2,hasil : REAL;

• BEGIN

• nilai1 := 2.52;

• nilai2 := 3.2;

• hasil := nilai1 + nilai2;

• WRITE(’HASIL PENJUMLAHAN = ‘,hasil:4:2);

• END.

Output:
HASIL PENJUMLAHAN =5.72

7.Tipe Data Karakter

Input:

• VAR nilai : CHAR;

• BEGIN

• nilai :=’A’;

• WRITELN(’NILAI TERBAIK = ‘,nilai);

• END.

Output:
NILAI TERBAIK =A

8.Tipe Data String

Input:

VAR kata1 : STRING[5];

kata2 : STRING[9];

kata : CHAR;

BEGIN

kata1 :=’STMIK’;

kata2 :=’GUNADARMA’;

kata :=’ ‘; { karakter berupa spasi }

WRITELN(kata1,kata,kata2);

END.

Output:
STMIK GUNADARMA

9.Tipe Data Boolean

Input:

VAR

benar : BOOLEAN;

BEGIN

benar := TRUE;

WRITELN(’benar = ‘,benar);

END.

hasilNYA :

benar = true

Penjelasan ERP

March 21, 2009

Penjelasan ERP
’ERP is a complete enterprise wide business software solution. The ERP system consists of software support modules, such as: marketing and sales, field service, product design and development, production and inventory control, procurement, distribution, industrial facilities management, process design and development, manufacturing, quality, human resources, finance and accounting, and information services’

Sementara Daniel O’Leary mendefinisikannya sebagai:

’ERP systems are computer based systems designed to process an organization’s transactions and facilitate integrated and real-time planning, production, and customer response. In particular ERP systems will be assumed to have certain characteristics’

Dari kedua definisi tersebut, jelas terlihat bahwa konsep ERP dikembangkan dengan latar belakang pemikiran perlunya dilakukan aktivitas pengintegrasian proses secara lintas fungsi di dalam perusahaan, agar dapat lebih responsif terhadap berbagai kebutuhan pelanggan atau “customer”. Dilibatkannya aplikasi atau software dalam konsep ERP adalah semata-mata karena perangkat teknologi tersebut dapat memberikan nilai tambah berupa: penghapusan proses-proses yang tidak perlu (process elimination), penyederhanaan proses-proses yang rumit atau bertele-tele (process simplification), penyatuan proses-proses yang redundan (process integration), dan pengotomatisasian proses-proses yang manual (process automation).

Sebagai tambahan, pengertian integrasi menyangkut hal-hal sebagai berikut:
• Penghubungan antar berbagai aliran proses bisnis.
• Teknik komunikasi.
• Sinkronisasi operasi bisnis.
• Koordinasi operasi bisnis.

Karakteristik tertentu dari ERP yang dimaksud dalam definisi ERP oleh Daniel E. O’Leary di atas meliputi hal-hal sebagai berikut ini:

• Sistem ERP adalah suatu paket perangkat lunak yang didesain untuk lingkungan pelanggan pengguna server, apakah itu secara tradisional atau berbasis jaringan.
• Sistem ERP memadukan sebagian besar dari proses bisnis.
• Sistem ERP memproses sebagian besar dari transaksi perusahaan.
• Sistem ERP menggunakan database perusahaan yang secara tipikal menyimpan setiap data sekali saja.
• Sistem ERP memungkinkan mengakses data secara waktu nyata (real time)
• Dalam beberapa hal sistem ERP memungkinkan perpaduan proses transaksi dan kegiatan perencanaan.
• Sistem ERP menunjang sistem multi mata uang dan bahasa, yang sangat diperlukan oleh perusahaan multinasional.
• Sistem ERP memungkinkan penyesuaian untuk kebutuhan khusus perusahaan tanpa melakukan pemrograman kembali.

Adapun beberapa keuntungan dari penggunaan sistem informasi terpadu dalam konsep ERP ini antara lain dapat disebutkan sebagai berikut:

• ERP menawarkan sistem terintegrasi di dalam perusahaan, sehingga proses dan pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.
• ERP juga memungkinkan melakukan integrasi secara global. Halangan yang tadinya berupa perbedaan valuta, perbedaan bahasa, dan perbedaan budaya, dapat dijembatani secara otomatis, sehingga data dapat diintegrasikan.
• ERP tidak hanya memadukan data dan orang, tetapi juga menghilangkan kebutuhan pemutakhiran dan pembetulan banyak sistem komputer yang terpisah.
• ERP memungkinkan manajemen mengelola operasi, tidak hanya sekedar memonitor saja. Dengan ERP, manajemen tidak hanya mampu untuk menjawab pertanyaan ’Bagaimana keadaan kita ?’ tetapi lebih-lebih mampu menjawab pertanyaan ’Apa yang kita kerjakan untuk menjadi lebih baik ?’
• ERP membantu melancarkan pelaksanaan manajemen supply chain dengan kemampuan memadukannya.

Yang perlu diperhatikan di sini adalah bahwa tidak selalu aktivitas “perampingan” proses tersebut berdampak pada pemutusan hubungan kerja. Karena, di beberapa perusahaan salah satu alasan untuk menerapkan konsep ERP adalah untuk melakukan empowerement terhadap manajemen dan karyawannya. Artinya, yang bersangkutan tidak perlu lagi membuang banyak waktu untuk melakukan proses-proses yang bersifat administratif (non value added activities), melainkan dapat lebih banyak meluangkan waktunya untuk memikirkan hal-hal yang bersifat strategis, seperti: bagaimana mengembangkan perusahaan, bagaimana mencari sumber-sumber pendapatan baru, bagaimana mencari pelanggan lebih banyak, bagaimana menjalin hubungan lebih baik dengan mitra bisnis, dan lain sebagainya.

Namun, hal itu bukan berarti tidak adanya kasus pemutusan hubungan kerja. Karena banyak sekali kasus penerapan ERP yang bersamaan dengan penerapan konsep manajemen perubahan (change management), semacam Business Process Reengineering (perubahan secara radikal untuk meningkatkan perbaikan kinerja usaha secara dramatis), yang salah satu konsekuensi logisnya adalah perampingan jumlah karyawan.

Keuntungan menggunakan sistem ERP sering kali sulit untuk mengukur secara kuantitatif, karena 1). kadang-kadang ERP meningkatkan pendapatan dan mengurangi biayam namun secara tidak kelihatan sehingga sulit untuk diukur, dan 2) kadang-kadang perubahan dan keuntungan terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga sulit dilacak kembali.

Hanya saja, hal-hal berikut ini dapat disampaikan sebagai faktor yang mempengaruhi pengembalian investasi yang ditanamkan untuk penggunaan ERP:

• Karena ERP mengurangi, bahkan mungkin menghilangkan, usaha percuma dan duplikasi data, maka akan ada penghematan dalam biaya operasi. Salah satu studi menunjukkan bahwa 33% perusahaan memperoleh penghematan biaya dalam manajemen pesanan penjualan, dan 34% mengatakan bahwa sistem ERP mereka sangat mengurangi kebutuhan jumlah karyawan.
• Karena sistem ERP dapat membantu arus barang dan jasa dengan lebih cepat, lebih banyak penjualan dapat diciptakan untuk setiap bulan.
• Beberapa perusahaan yang tidak menggunakan sistem ERP kadang-kadang terpaksa ditutup karena tidak mampu bersaing dengan perusahaan yang menggunakan ERP. Pertanyaan yang cukup sulit dijawab ialah bagaimana mengukur keuntungan keuangan ini agar perusahaan dapat tetap hidup.
• Pelaksanaan sistem ERP yang lancar akan menghilangkan frustrasi di kalangan pemasok, pegawai sendiri, pelanggan, dan distributor, dimana keuntungan ini sulit dihitung secara kuantitatif.
• Karena penghematan biaya dan penambahan pendapatan terjadi dalam waktu yang lama, maka sulit juga menghitung berapa nilai uang yang didapat sebagai akibat investasi ERP untuk pertama kalinya.
• Karena implementasi ERP memerlukan waktu, dan sementara itu mungkin ada faktor lain dalam bisnis yang mempengaruhi keuntungan dan biaya perusahaan, maka sulit mengisolasi pengaruh yang hanya diakibatkan oleh implementasi ERP.
Pengembalian investasi biasanya dapat dihitung dengan perhitungan return on investment (ROI). ROI adalah rasio antara keuntungan proyek dan biaya yang dikeluarkan untuk proyek tersebut. Untuk kasus implementasi ERP perhitungan ini tidak mudah, karena sering kali keuntungan yang didapat tidak dapat dihitung secara kuantitatif dan berbagai sebab lainnya, seperti telah disebutkan di atas.

Namun, beberapa perusahaan toh mencoba menghitung ROI ini. Misalnya Pitney Bowes, perusahaan pembuat mesin fax dan fotokopi, mengatakan bahwa pengembalian investasi ERP didapat hampir secara langsung, berupa pengurangan biaya operasi total sebesar 28%, kenaikan penjualan sebesar 4% (dari $ 4 miliar per tahun), dan peningkatan akurasi agen penjualan sebesar 41%, yang berarti meningkatkan kepuasan pelanggan.

Toro, pedagang besar dari pabrik pemotong rumput, mengaku memperoleh keuntungan dari implementasi ERP dalam jangka panjang. Toro menghabiskan biaya US$ 25 juta untuk sistem ERP selama 4 tahun. Semula, sulit menghitung berapa ROI yang diperoleh. Kemudian dengan bertambahnya jumlah pelanggan, maka lebih mudah menghitung ROI ini. Misalnya, diperoleh penghematan sebesar US$ 10 juta dalam bentuk pengurangan persediaan barang, sebagai hasil dari perbaikan pengelolaan persediaan, pergudangan, dan metoda distribusi. Tetapi ada juga, misalnya Fox Meyer, yang mengalami bangkrut gara-gara mengimplementasikan ERP ini. Tentu ada sebab-sebab tertentu yang menyebabkan kegagalan implementasinya.

Sumber : http://www.ebizzasia.com/0215-2004/q&a,0215.html

Aspek Manajemen Kantor

March 21, 2009

1.Aspek manajemen perkantoran

1. Manajemen perkantoran dikutipkan dalam beberapa rumusan
o George R. Terry

Manajemen perkantoran adalah perencanaan, pengendalian dan pengorganosaslan pekerjaan perkantoran, serta oenggerakan mereka yang melaksanakan agar mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan.

• William Leffingwell dan Edwin Robinson
Manajemen perkantoran sebagai suatu fungsi adalah cabang dari seni dan ilmu manajemen yang berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan kantor secara efisien, bilamana dan dimanapun pekerjaan harus dilakukan.

• Millis Geoffrey
Manajemen kantor adalah seni membimbing personil kantor dalam menggunakan sarana yang sesuai dengan lingkungannya demi mencapai tujuan yang ditetapkan.

2. Aspek-aspek manajemen perkantoran
Dalam manajemen perkantoran terdapat berbagai fungsi yang meliputi rangkaian aktivitas antaras lain:

1. Manajemen dan pengarahan
2. Tata laksana/penyelenggaraan
3. Pelaksana secara efisien
4. Manajemen
5. Pengawasan
6. Pengendalian dan pengawasan
7. Pengarahan dan pengawasan
8. Pengarahan
9. Perencanaan, pengendalian dan pengorganisasian

Faktor-faktor menurut Edwin Robinson menyebutkan :

1. pegawai
2. Material perlengkapan
3. Persayaratan
4. Metode

Sedangkan fungsi-fungsi yang terkait lainnya menurut H.Mac Donald (office management) bertalian dengan 6 hal yaitu :

1. Kepegawaian perkantoran (office personel)
2. Metode perkantoran (office methods)
3. Perlengkapan perkantoran (office equipment)
4. Faktor-faktor fisik dalam kantor (Physical factor)
5. Biaya perkantoran (office costs)
6. Haluan atau kebijakan perkantoran (office policies)

perincian selengkapnya mengenai cakupan bidang kerja dalam manajemen perkantoran oleh Charles O Libbey meliputi :

1. Ruang perkantoran (office space)
2. komunikasi (communications)
3. kepegawaian kantor (office personnel)
4. perabotan danperlengkapan kantor (furniture and equipment)
5. peralatan dan mesin (appliance and machine)
6. perbekalan dan alat tulis (supplies and stationery)
7. metode (methods)
8. tata warkat (records)
9. kontrol pejabat pimpinan (executive controls)

Sumber : http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_854/title_aspek-manajemen-perkantoran/

2.Ringkasan Aspek Manajemen kantor

J.C. Denyer (1973) mengartikan kantor the office. It is any room where clerical work is normally carried on, whatever name it may be given (Tempat dimana biasanya pekerjaan kantor dilakukan dengan nama apapun juga diberikan kepada tempat itu). Sedangkan Atmosudirdjo menyebutkan Kantor adalah unit organisasi yang terdiri atas tempat, staf personil dan operasi ketatausahaan, guna membantu pimpinan.

Secara etimoligis kantor berasal dari Belanda: kantoor, yang maknanya: ruang tempat bekerja, tempat kedudukan pimpinan, jawatan instansi dan sebagainya. Dalam bahasa Inggeris office memiliki makna yaitu: tempat memberikan pelayanan (service), posisi, atau ruang tempat kerja. Sedangkan secara praktis kantor merupakan tempat orang-orang melakukan kegiatan/aktivitas yang berhubungan dengan pelayanan berbagai keterangan pada yang membutuhkannya. Akan tetapi dengan perkembangan yang pesat pada bidang teknologi dewasa ini, kantorpun berkembang, ia bukan sekedar tempat, melainkan sebagai sarana kegiatan penyediaan informasi, guna menunjang kemudahan pelaksanaan tugas disegala bidang. Jadi kantor saat ini merupakan pusat pelayanan dan pusat informasi dari kegiatan perusahaan dan organisasi.

Pengorganisasian kantor
1.Suatu proses penyusunan kerja sama antara elemen-elemen kantor untuk mencapai tujuan tertentu.
2.Adalah suatu sistim kerja sama yang meliputi pola pembagian kerja, susunan hubungan kerja, lelu lintas wewenang dan tanggung jawab antara para petugas dan struktur hubungan tersebut.

Pengoordinasian kantor
Merupakan suatu kegiatan untuk menjamin kerja sama dan partisipasi sejumlah kegiatan kantor.

Pengawasan kantor
Merupakan salah satu fungsi dari rangkaian proses manaj.kantor yang meliputi seluruh kegiatan pimpinan organisasi kantor yang meneliti, menyesuaikan dan mengoreksi kegiatan ketatausahaan agar pelaksanaan tepat seperti rencana.

Aspek Manajemen Kantor

1.Tujuan, yang dapat dirumuskan untuk menilai dan menetapkan keberhasilan mengarahkan dan mengkoordinasian elmen-elemen manajemen
2.Organisasi, meliputi kegiatan pembentukan staf dan alokasi tugas untuk staf tersebut
3.Metode adalah urutan pelaksanaan bagaimana dana di mana pelaksanaan manajemen dilangsungkan.
4.Personalia, meliputi perekrutan staf, tempat, latihan, dan pengehntian karyawan
5.Lingkungan, meliputi bangunan kantor, perabot dan kondisi jasmani di dalam kantor
6.Mesin dan perlengkapan, mencakup segenap benda mati yang digunakan dalam kantor untuk membantu pelaksanaan kerja

Harapan Manajemen kepada manajemen kantor

Manajer kantor hendaknya menjadi seorang pengorganisasi
Manajer kantor hendaknya menjadi seorang pemimpin dinamis
Manajer kantor hendaknya mempunyai kemauaan dan kemampuan untuk melimpahkan wewenang kepada rekan-rekan dan bawahannya.
Manajer kantor hendaknya dapat memperoleh dan melatih pekerja-pekerja kunci dan asisten-asisten untuk mengawasi pekerjaan di bawah pengawasannya
Manajer kantor hendaknya menyisihkan waktu untuk mengembangkan dirinya dan mengembangkan sifat-sifat kepribadiannya yang merupakan karanter eksekutif yang berhasil

Ada dua tugas pokok Manejer kantor, antara lain:
1.Menggerakan sekelompok orang/petugas, dalam arti mendorong, memimpin, menjuruskan dan menertibkan para pelaksana agar melakukan berbagai aktivitas sesuai tujuan organisasi yang telah ditentukan.
2.Menggerakkan segenap sarana dan prasarana, dalam arti menyiapkan berbagai sarana, mengatur pemakaian, menetapkan langkan dan mengoptimalkan pemakaiannya baik benda, biaya, alat, bangunan, metode dan sumber-sumber lain yang diperlukan dalam mencapai tujuan organisasi.

Dan sebagai seorang dari menejer juga harus dapat menuangkan segala idenya dalam sebuah wadah yang bernama organisasiyang memiliki pengertian sebagai berikut:

Organisasi adalah kerjasama dari sekelompok orang yang membentuk sistem untuk mencapai suatu tujuan. Untuk mendukung itu semua diperlukan sebuah sarana yang dapat mengsukseskan kegiatan oraganisasi yaitu sarana dan prasarana

Sarana dan prasarana kantor merupakan hal yang sangat mendukung lancarnya kegiatan kantor. Kelancaran aktivitas kantor bukan saja ditentukan oleh keahlian orang yang bekerja (staf kantor) tetapi juga ditentukan seberapa besar dukungan sarana dan prasarana yang ada di kantor tersebut.

Kondisi seperti ini sudah pasti pengiriman pemrosesan data dan pengiriman berita cukup panjang dan memakan waktu yang lama. Padahal saat ini dituntut kecepatan, ketepatan dan kualitas hasil dari pekerjaan kantor. Oleh karenanya diperlukan kelengkapan sarana dan prasarana kantor.

Riset-riset pada bidang perkantoran cukup membuktikan bahwa lingkungan fisik kantor mempunyai pengaruh terhadap kenyaman orang yang bekerja didalam rugan tersebut. Lihatlah hasil penelitian Mulyati (2000) dan Kartini (2001) menyimpulkan bahwa lingkungan fisik kantor mempengaruhi kenyaman kerja karyawan dan mempengaruhi juga produktivitas karyawan yang bersangkutan.

Dan sarana dan prasarana ini contohnya adalah layout kantor dan peralatan kantor. Oleh karena itu sebagai seorang manajer kantor dan pengawas kantor perlu masalah layout ini menjadi perhatian. Tujuan akhir lay out adalah terciptanya lingkungan kerja yang nyaman, sehat dan membuat betah karyawan bekerja.

Ada berbagai jenis peralatan kantor, baik yang digerakan menggunakan listrik maupun mekanik (menggunakan tangan). Dipasaran dan diperkantoran kedua jenis peralatan kantor ini sangat banyak digunakan. Oleh karenanya sangatlah baik bila calon-calon staf perkantoran mengetahui dan mampu menggunakannya.

Kesimpulan
Sebagaimana yang telah dijelaskan diatas bahwa banyak sekali hal yang berhubungan dengan Manajemen kantor tersebut tetapi ada salah satu hal yang mana menjadi salah satu satu tombak yang dapat mempengaruhi dari hasil atau kinerja kegiatan kantor tersebut adalah Komunikasi kantor, yang didalamnya memuat penyampaian informasi dari seseorang/mesin kepada pihak lain yaitu unsur pengirim berita, informasi, sarana, isyarat, penerima.

Sumber : http://www.bloggaul.com/mantor2_indra_taufik/readblog/91724/ringkasan-manajemen-kantor